Wednesday, December 19, 2007
Mencegah Direct Download
Kita ingin menyediakan file pdf untuk di-download oleh user dan lokasi file tidak boleh diketahui oleh user. User hanya bisa men-download file dengan cara mengklik link. Bahasa yang digunakan adalah PHP.
Analisa:
Kita bisa membuat link yang ditujukan ke file yang akan di-download. Contoh kode seperti di bawah ini:
Code:
<a href="myebook.pdf">Download MyEbook</a>
Apa yang terjadi kalau link seperti ini diklik? Hasilnya tergantung dengan browser yang bersangkutan. Bila plug-in untuk pdf reader terinstal, maka browser akan berbaik hati membuka file tersebut. Bagaimana bila tidak ada plug-in pdf reader? Maka akan muncul kotak dialog untuk men-download file tersebut.
Satu masalah selesai bila user tidak memiliki plug-in pdf reader. Tetapi bagaimana dengan user yang punya? Tentu masalahnya tidak terselesaikan. Masalah lain muncul yaitu user mengetahui lokasi file tersebut, sehingga memungkinkan user melakukan direct download (men-download file langsung, dengan mengetikkan lokasinya di browser, tanpa melalui halaman download yang kita sediakan).
Penyelesaian:
Dibutuhkan sedikit programming (PHP) untuk menyelesaikan masalah ini.
Berikut ini kode untuk mencegah direct download:
<?php
$task = $_REQUEST['task'];
switch($task) {
case 'download':
// lokasi file
$file_path = 'dl/myebook.pdf';
// fungsi untuk mengambil nama file tanpa path
$file_name = basename($file_path);
// ambil ukuran file
$fsize = filesize($file_path);
// set headers
header("Pragma: public");
header("Expires: 0");
header("Cache-Control: must-revalidate, post-check=0, pre-check=0");
header("Cache-Control: public");
header("Content-Description: File Transfer");
header("Content-Type: application/pdf");
header('Content-Disposition: attachment; filename="' . $file_name . '"');
header("Content-Transfer-Encoding: binary");
header("Content-Length: " . $fsize);
// mulai men-download dari sini
$file = @fopen($file_path,"rb");
if ($file) {
while(!feof($file)) {
print(fread($file, 1024*8));
flush();
if (connection_status()!=0) {
@fclose($file);
die();
}
}
@fclose($file);
}
break;
default:
echo '<a href="donlot.php?task=download">Download MyEbook</a>';
break;
}
?>
Yang perlu diperhatikan disini adalah pada baris:
header('Content-Disposition: attachment; filename="myebook.pdf"');
Baris inilah yang memerintahkan browser untuk memunculkan kotak dialog download file myebook.pdf walaupun sudah terdapat plug-in pdf reader pada browser.
Untuk mengganti jenis file (exe atau zip), kita hanya perlu mengubah Content-Type.
Berikut adalah daftarnya:
// archives
application/zip
// documents
application/pdf
application/msword
application/vnd.ms-excel
application/vnd.ms-powerpoint
// executables
application/octet-stream
// images
image/gif
image/png
image/jpeg
image/jpeg
// audio
audio/mpeg
audio/x-wav
// video
video/mpeg
video/mpeg
video/mpeg
video/quicktime
video/x-msvideo
Untuk fungsi mendownload bisa dilihat dari komentar pada kode diatas (setelah baris //mulai men-download dari sini).
Sebenarnya, apa sih tujuan mencegah direct download? Tujuannya adalah untuk mengecek berapa kali sebuah file di-download.
Bila user diperbolehkan men-download langsung, tentu akan sulit melacak berapa kali file tersebut di-download.
Semoga bermanfaat... :)
Saturday, November 24, 2007
Koneksi Java & MySQL
[ Download MySQL Connector ]
Ekstrak file hasil download (tipe file: *.jar). Salin file tersebut ke direktori [instalasi jre]/lib/ext/. Ok, aplikasi Java anda siap untuk dikoneksikan dengan MySQL.
Uji Coba
Kode di bawah ini digunakan untuk menghubungkan Java dengan MySQL.
/*
* DBConnection.java
*
* Created on 29 September 2007, 11:41
*
*/
import java.sql.*;
/**
*
* @author Dani Gunawan
*/
public class DBConnection {
/** Creates a new instance of DBConnection */
public DBConnection() {
}
public Connection connect() {
Connection conn = null;
try
{
String userName = "root";
String password = "";
String url = "jdbc:mysql://localhost/test";
Class.forName ("com.mysql.jdbc.Driver").newInstance ();
conn = DriverManager.getConnection (url, userName, password);
} catch (Exception e) {
e.printStackTrace();
conn = null;
} finally {
if (conn != null)
{
try
{
conn.close ();
}
catch (Exception ex) {
ex.printStackTrace();
}
}
}
return conn;
}
}
Sedangkan kode di bawah ini untuk pengetesan koneksi.
/**
* TesConnection.java
*/
import java.sql.*;
public class TesConnection {
public static void main(String args[]) {
Connection dbcon = new DBConnection().connect();
if (dbcon != null) {
System.out.println("Database connection is successfully created");
} else {
System.out.println("Database connection isn't successfully created");
}
}
}
How to Use Them?
Letakkan kedua source pada folder yang sama. Kompile DBConnection.java, kemudian TesConnection.java.
javac DBConnection.java
javac TesConnection.java
Atau kalo mo praktis, gunakan wildcard asterisk (*).
javac *.java
Jalankan TesConnection:
java TesConnection
Bila hasilnya:
Database connection is successfully created
artinya database telah terkoneksi, tetapi bila:
Database connection isn't successfully created
artinya database anda belum terkoneksi.
Kemungkinan:
- MySQL belum diinstal
- Nama database tidak ditemukan
- User atau password salah
Kedua source di atas dapat di-download melalui link di bawah:
[ Download file contoh ]
NB:
Percobaan dilakukan di sistem operasi Windows XP Sp 2, belum pernah dilakukan di sistem operasi lain.
Semoga bermanfaat... :)
Thursday, November 15, 2007
Method Overloading
So, gimana cara compiler C++ membedakan method tersebut, padahal namanya sama? Compiler C++ memilih fungsi dengan mengamati jumlah, tipe data dan urutan argumen. Nah, dari sini jelas bahwa compiler menggunakan daftar parameter untuk membedakan fungsi dengan nama yang sama. Bukan membedakan dengan return type-nya (nilai balik).
Sehingga, untuk membuat method overloading diperlukan setidaknya satu dari tiga syarat di bawah ini:
- mempunyai jumlah argumen berbeda.
- mempunyai tipe data argumen yang berbeda.
- mempunyai urutan argumen yang berbeda.
Contoh #1 (jumlah argumen berbeda):
// method kali dengan dua argumen (bil1 dan bil2)
int kali(int bil1, int bil2) {
return bil1*bil2
}// method kali dengan tiga argumen (bil1, bil2 dan bil3)
int kali(int bil1, int bil2, int bil3) {
return bil1*bil2*bil3;
}
Method kali pada contoh di atas VALID karena mempunyai jumlah argumen yang berbeda.
Contoh #2 (mempunyai tipe data argumen yang berbeda):
// method tampilkanNilai mempunyai argumen bertipe char
void tampilkanNilai(char nilai) {
cout << "Nilai (dalam huruf): " << nilai;
}
void tampilkanNilai(int nilai) {
cout << "Nilai (dalam angka): " << nilai;
}
Contoh method tampilkanNilai diatas VALID karena mempunyai tipe data argumen yang berbeda walaupun memiliki jumlah argumen yang sama.
Contoh #3 (urutan argumen berbeda):
// method kali dengan tipe data bil1 adalah int
// dan bil2 adalah double
double kali(int bil1, double bil2) {
return bil1*bil2;
}
// dan bil2 adalah int
double kali(double bil1, int bil2) {
return bil1*bil2;
}
Method kali di atas VALID karena urutan argumen berbeda. Pada method kali yang pertama bil1 bertipe data int kemudian diikuti oleh bil2 dengan tipe data double. Sedangkan pada method kali yang kedua, bil1 bertipe data double diikuti oleh bil2 yang bertipe data int.
PERLU DIINGAT!!!
Seringnya programmer melakukan kesalahan ketika membuat method overloading adalah dengan membuat daftar parameter yang sama dengan return type (nilai balik) yang berbeda. Hal ini menghasilkan SYNTAX ERROR.
Contoh yang salah:
// return type: int
int hitungUmur(int umur)
{
return umur + 2;
}
void hitungUmur(int umur)
{
cout<<"umur siswa setelah lulus kuliah= "<<umur+2;
}
SYNTAX ERROR. Method tidak dapat di-overload karena mempunyai jumlah argumen yang sama dengan tipe data yang sama.
Semoga bermanfaat... :)
Tuesday, November 6, 2007
ASCII
Berikut tabel ASCII dalam format jpg. Untuk tabel ASCII dalam format text bisa dilihat di http://ascii-table.com/ascii.php.

Sumber: http://ascii-table.com.
Wednesday, October 24, 2007
Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Programmer
Menguasai ilmu matematika?
Mengetahui seluruh bahasa pemrograman?
Ga perlu semuanya, yang penting mengetahui dasar memprogram.
Memilih bahasa pemrograman favorit atau populer, kemudian menghafal seluruh syntax-nya?
Are you crazy..? No need to do that!
Menguasai seluruh fitur sebuah bahasa pemrograman?
Ooops... can you do it?
Jadi, apa sih yang dibutuhkan?
- Menguasai algoritma (langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah) pemrograman.
- Menguasai logika, seperti "AND", "OR", "NOT".
- Mengetahui bilangan biner dan hexadesimal.
- Kemauan untuk belajar
- Kerja keras (Trial and Error)
- Ketelitian
- Talenta (bakat). Ada yang bilang diperlukan bakat untuk menjadi seorang programmer. Tetapi menurut saya talenta bisa muncul seiring dengan seringnya kita membuat program (coding), walaupun hanya program-program sederhana.
Semoga bermanfaat... :)
Monday, October 1, 2007
Most Popular Programming Language
Hasil index dapat digunakan untuk mengecek apakah bahasa pemrograman yang biasa kita gunakan tetap up-to-date atau kita bisa memperkirakan bahasa apa yang kira-kira akan menjadi populer di masa mendatang.
Berikut ini adalah posisi sepuluh bahasa pemrograman terpopuler (versi TIOBE) pada bulan September 2007:
- Java
- C
- Visual Basic
- PHP
- C++
- Perl
- C#
- Phyton
- JavaScript
- Ruby
Semoga bermanfaat... :)
Saturday, September 29, 2007
Menampilkan Favourite Site Icon
Bagaimana cara menampilkannya? Not a big deal.
1. Siapin gambar berukuran 16x16 px.
2. Format gambar bisa .ico, .png, .jpg (Untuk .gif dan .bmp belum nyobain. Mohon infonya yah :) ).
3. Di halaman web, tambahkan baris di bawah ini (di dalam tag HEAD)
<link rel="shortcut icon" href="[image url]Contoh:" />
<link rel="shortcut icon" href="images/usu.png" />
Nah, simpel aja kan? Selamat mencoba...
Semoga bermanfaat... :)
Thursday, September 27, 2007
Apa Itu Fungsi (Method)?
Seandainya kita harus mengirim surat undangan pesta ultah ke sobat2 kita, maka langkah2nya bisa jadi seperti berikut:
1. Cari alamat teman kita
2. Ambil undangannya
3. Tulis alamat di undangan
4. Masukkan ke dalam amplop
5. Tempel prangko di amplop
6. Antar ke kantor pos
nah kalo kita mau ngirim undangan ini ke 4 orang sobat kita maka langkah2nya
1. Cari alamat teman kita
2. Ambil undangannya
3. Tulis alamat di undangan
4. Masukkan ke dalam amplop
5. Tempel prangko di amplop
6. Antar ke kantor pos
1. Cari alamat teman kita
2. Ambil undangannya
3. Tulis alamat di undangan
4. Masukkan ke dalam amplop
5. Tempel prangko di amplop
6. Antar ke kantor pos
1. Cari alamat teman kita
2. Ambil undangannya
3. Tulis alamat di undangan
4. Masukkan ke dalam amplop
5. Tempel prangko di amplop
6. Antar ke kantor pos
1. Cari alamat teman kita
2. Ambil undangannya
3. Tulis alamat di undangan
4. Masukkan ke dalam amplop
5. Tempel prangko di amplop
6. Antar ke kantor pos
Wah capek juga (walopun pake copas (copy-paste - red)). Kalo mau dibuat programnya berarti dibutuhkan sekitar 24 baris code program....
Nah coba kalo kita buat jadi fungsi
fungsi kirimUndanganUltah( )
{
1. Cari alamat teman kita
2. Ambil undangannya
3. Tulis alamat di undangan
4. Masukkan ke dalam amplop
5. Tempel prangko di amplop
6. Antar ke kantor posAntar ke kantor pos
}
Nah buat ngundang 4 teman kita:
kirimUndanganUltah( );
kirimUndanganUltah( );
kirimUndanganUltah( );
kirimUndanganUltah( );
Wah kodenya tinggal 4 baris, menghemat kan dibanding 24 baris tadi.
Kalau mau keren lagi, fungsi ini mesti bisa nulisin nama temen2 kita, maka:
fungsi kirimUndanganUltah( namaTeman, alamatTeman)
{
1. Cari alamatTeman namaTeman
2. Ambil undangannya
3. Tulis alamatTeman di undangan
4. Masukkan ke dalam amplop
5. Tempel prangko di amplop
6. Antar ke kantor pos
}
Maka jadi:
kirimUndanganUltah( genrow, Padang );
kirimUndanganUltah( coolhandluke, Kalimantan );
kirimUndanganUltah( xawenx, Medan);
kirimUndanganUltah( umat_gila, Tapanuli Utara);
(Ilustrasi di atas berdasarkan sebuah artikel yg saya lupa penulisnya, telah diubah seperlunya)
Dengan menggunakan fungsi, maka baris-baris kode yang ada di dalam fungsi dapat digunakan kembali (reusable).
Fungsi sendiri terbagi dua, yaitu fungsi yang mengembalikan nilai, maupun fungsi yang tidak mengembalikan nilai. Di beberapa bahasa pemrograman, fungsi yang tidak mengembalikan nilai disebut prosedur (procedure), dan fungsi yang mengembalikan nilai disebut fungsi (function/method). Contoh: VB.Net. Sedangkan di beberapa bahasa pemrograman lainnya, fungsi yang tidak mengembalikan nilai, return type-nya cukup dibuat "void". Contoh: Java, C++, C#.
Contoh fungsi yang tidak mengembalikan nilai
(VB.Net)
Private Sub kirimUndanganUltah(ByVal namaTeman As String, ByVal alamatTeman As String)
'kode program
End Sub
(C#)
private void kirimUndanganUltah(string namaTeman, string alamatTeman)
{
// kode program
}
Contoh fungsi yang mengembalikan nilai
(VB.Net)
Private Function kirimUndanganUltah() As Boolean
'kode program
Return True
End Function
(C#)
private bool kirimUndanganUltah(string namaTeman, string alamatTeman)
{
// kode program
return true;
}
Semoga Bermanfaat.... :)
Friday, May 18, 2007
Kesalahan Programmer Yang Sering Terjadi
Tidak bisa membedakan function (method) dan variable (attribute)
Para pemula sering tidak bisa membedakan function dan variable. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya pemahaman tentang function dan attribute itu sendiri.
Penamaan method, attribute atau class
Apalah arti sebuah nama? Hmmm… tampaknya hal tersebut tidak berlaku di bahasa pemrograman. Penamaan merupakan hal yang sangat penting. Dari pengalaman saya, banyak programmer pemula membuat nama class, method atau attribute dengan nama mereka sendiri, atau nama teman. Untuk program dengan sepuluh atau dua puluh baris, hal tersebut masih bisa diatasi. Kalau programnya sudah ribuan baris? Menurut saya, penamaan harus sesuai dengan tujuan dari dibuatnya class, method atau attribute tersebut. Misalnya, untuk menyimpan nama depan, dibuatlah attribute dengan nama “namaAwal”.
Tidak mengerti tipe data
Untuk pemula, tipe data memang bisa menjadi hal yang membingungkan. Dibutuhkan waktu luang untuk memahami tipe data agar dasar memprogram kuat.
Syntax error
Kesalahan ini masih bisa dimaklumi, karena memang tidak mungkin seluruh syntax di sebuah bahasa pemrograman kita kuasai. Tetapi, kalau syntax-syntax dasar sebaiknya dikuasai.
Logic error
Waks. Yang ini tidak bisa dimaklumi. Latihan memang cara yang ampuh untuk menguasai logika. Meluangkan waktu untuk belajar algoritma bisa membantu mengembangkan logika berpikir.
Lupa membuat variabel
Kadang-kadang, saking bersemangatnya memprogram, saya lupa mendeklarasikan variabel yang saya gunakan. Bagi yang mempunyai problem yang sama, sebaiknya lebih teliti aja deh…
Lupa inisialisasi variabel atau object
Lupa inisialisasi variabel atau object juga sering terjadi. Kalau di C++, bila lupa menginisialisasi variabel, ketika variabel tersebut ditampilkan ke layar, akan muncul karakter-karakter aneh. Di dalam bahasa Java, bila sebuah object belum diinisialisasi, tetapi sudah digunakan, maka akan muncul error NullPointerException. ·
Lupa jumlah/tipe data argumen pada method
Lebih mirip syntax error. Tetapi, mungkin terjadi karena kebiasaan. Misalnya, di C++ main method tidak berisi argumen, di Java, main method berisi satu argumen.
Lupa/salah preprocessor directive
Hal ini juga sering terjadi. Di dalam C++, preprocessor directive seperti #include sering terlupa, atau salah buat, seperti #include.
Case-sensitive
Programmer pemula sering tidak memperhatikan penulisan method atau attribute. Sekedar mengingatkan, di dalam bahasa pemrograman yang bersifat case-sensitive (Misalnya: C++, C#, Java), Java berbeda dengan java maupun jAvA.
Titik koma (;)
Titik koma diakhir bahasa pemrograman (C++, C#, Java) sering terlupa.
Kurung kurawal penutup } (C++, C#, Java)
Kadang-kadang kebiasaan lupa menutup pintu ikut terbawa ketika memprogram. Kurung kurawal yang sudah terbuka di awal class atau di awal method lupa ditutup ketika method atau class selesai dibuat.
Salah kurung mis {} jadi () ketika mendefinisikan method atau class
Untuk kesalahan yang seperti ini, bila sudah terjadi akan sangat sulit mencarinya. Karena bentuk kurung kurawal dengan kurung biasa bila terlihat di layar monitor hampir sama. Saran saya, lebih teliti untuk hal-hal kecil seperti ini.
Kurang rapi (yang ini bukan error, tetapi bisa bikin error!!!)
Kebanyakan programmer pemula tidak peduli dengan kerapian di saat memprogram. Letak kode-kode yang berantakan memang bukan error, tetapi bisa mengakibatkan error. Hal ini juga membuat sulit men-trace logic error.
Hmm…. Bila teman-teman punya pengalaman seputar error ketika memprogram, bisa sharing ke kita-kita dunkz…
Semoga berguna...